Keistimewaan Orang yang Shalatnya Benar

5 Keistimewaan Orang yang Shalat nya Benar (Ustadz Adi Hidayat)

1. Dijamin menjadi orang baik (29:45)

2. Hari nya akan cenderung lebih tenang. 
Orang-orang yang hatinya tenang mudah melahirkan pikiran-pikiran yang kreatif. 
Orang yang tenang cenderung lebih fokus. Orang yang tenang lebih dapat berfikir bijak (13:28, 20:14)

3. Dijamin untuk diberikan solusi termudah dalam setiap kesulitan hidupnya (65:2-3, 2:2-3)

4. Ketika memohon dalam sholatnya, jika benar shalatnya, maka permohonannya akan dikabulkan oleh Allah secara cepat kalau sesuai dengan maslahat hidupnya (3: 38-39)

5. Diberikan bimbingan dan jaminan oleh Allah akan sukses dan bahagia dalam setiap aktivitas dalam hidupnya (23:1-2). 

Saat panggilan adzan, kita diajak shalat, saat kita bertanya kenapa harus shalat? jawabannya dijelaskan pada kalimat berikutnya: menuju kemenangan (sukses dan bahagia).

Jika shalat benar: Fisik kust, Akal & Pikiran tajam (nalarnya kuat, pintar), Rohani baik (ada ketenangan dan kedamaian). Rahasia pada masa-masa awal keemasan: shalat jadi prioritas. Itu mengapa rasul menekankan orang tua harus mengajarkan shalat kepada Anak di usia sedini mungkin, sebelum usia 7 tahun sudah mulai diperkenalkan, kemudian dikuatkan pada saat menjelang 10 tahun. 

_________________________________________

Bagaimana cara memperbaiki shalat?

Yang paling standard: 
tempat waktu pada shalat lima waktu (menjaga waktu) (QS. 103, QS 2:3, 11:114, 4:103 + 2:238). 

Orang yang beriman pasti hafal waktu shalat. 
Utsman bin Affan, orang yang paling pemalu (luar biasa akhlaknya), orang yang paling kaya (sekarang aset-asetnya masih ada), walaupun sangat sibuk, tetap menjaga shalatnya, bahkan menjaga shalat tahajudnya plus dengan khatam Al-Qur'an disetiap shalat tahajudnya, hampir tidak ada saingannya dalam masa yang ia lewati. 

Doa Nabi Ibrahim untuk shalat yang sempurna:

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Robbi ‘j’alni muqima’s-Salaati, Wa min zurriyati, Robbana wa taqqobal du’a

Artinya: "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat (yang sempurna).
Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku". (QS. Ibrahim : 40-41)