Langsung ke konten utama
The Power of Bismillah

- Segala sesuatu jika diawali dengan bismillah maka sesuatu itu menjadi sempurna, jika tidak, ada kemungkinan hilang keberkahannya.
- Ketika seseorang membaca bismillah, dosa-dosa kecilnya Insya Allah gugur, dihilangkan karena keberkahan bismillah
- Bismillah memiliki kekuatan spiritual tersendiri, karena yang mengajarkan bismillah itu Allah.
- Sesuatu yang dibacakan bismillah (disertai dengan kesadaran) akan menjadi ibadah, bahkan untuk sesuatu yang mubah, misalnya tidur. Namun bismillah menjadi haram jika dibaca untuk mengawali sesuatu yang haram.
- Dalam bismillah disebut dua sifat Allah: Arrahman (maha pengasih), dan Arrahiim (maha penyayang), sehingga saat sesuatu dilakukan dengan diawali dengan bismillah, diharapkan tertanam dalam diri bahwa sesuatu tersebut diiringi oleh rasa kasih dan sayang Allah.
- Sebaiknya saat menulis bismillah, ditulis dengan indah, dan pada bagian Arrahman, tulisannya dipanjangkan. Untuk menegaskan bahwa Allah Memberikan Rahman (kasih yang tak terbatas untuk semua makhluk), berbeda dengan Arrahiim yang artinya adalah kasih untuk orang-orang yang meminta petunjuk.
- Saat memanjangkan tulisan Arrahman pada bismillah, diharapkan muncul kesadaran bahwa umat muslim harus menjadi pribadi yang rahmatan lil aalamiin, memberikan kasih pada semua makhluk.
- Menyembelih hewan dengan bismillah hukumnya sunnah pada mazhab syafii, dan wajib pada mazhab hanafi. Jaka dilakukan, akan dapat menjaga spiritual.
- Semua yang diawali dengan bismillah akan baik-baik saja karena melibatkan Allah didalamnya. Saat Allah terlibat, semuanya akan menjadi sempurna, adapun terjadi kegagalan, akan terasa seperti pahitnya obat yang menyembuhkan. Ketika Allah sudah membersamai, tidak akan ada ketakutan dan kesedihan. La Takhaf Wa La Tahzan. Innallaha Ma'ana.
- Bismillah dan doa sebelum makan: Nabi Daud dan putranya, Nabi Sulaiman bertanya kepada Allah mengenai siapa ahli surga di pasar. Allah menunjukkan seorang tukang kayu. Kemudian Nabi Daud dan Nabi Sulaiman bertamu ke rumahnya. Sang tukang kayu menjamu keduanya. Ketika hendak makan, sang tukang kayu berdoa dengan khusyuk dan agak panjang. "Ya Allah, terimakasih atas karunia yang Engkau berikan kepadaku, sehingga makanan ini ada didepanku dan bisa aku santap dengan lezat, dan menjadi kebaikan bagi tubuhku dan batinku. Dan berikan lah kebaikan bagi segala sesuatu yang menyebabkan nikmat ini sampai kepadaku berupa sepiring makanan. Kepada cacing, yang menyebabkan gandum ini bisa tumbuh dengan baik, kepada tanah, kepada tumbuhan, kepada pedagang, kepada petani." Hal ini yang mengantarkan orang tersebut masuk surga.
- Imam ghozali megatakan adzab (sunnah) ketika makan: suapan pertama bismillah, suapan kedua bismillahirrahmaan, suapan ketiga bismillahirrahmaanirrahiim. Begitupun ketika minum dalam tiga tegukan air.
- Bismillah adalah simbol kasih Allah, sehingga pada surat at-Taubah, tidak boleh menggunakan bismillah, karena surat tersebut isinya ayat-ayat tentang peperangan, pengkhianatan, dan ketidakamanan.