Wudhu
Wudhu adalah syarat sah sholat, ibadah awal yang mengiringi proses penunaian shalat. Tidak termasuk kedalam rukun shalat (bagian yang masuk dalam proses shalat), tapi mengikat, berpengaruh pada sah atau tidaknya sholat. Kesempurnaan wudhu merupakan awal dari kesempurnaan shalat. Jika wudhu benar, biasanya kekhusyuannya terbangun.
Makna Wudhu
- Secara bahasa wudhu berasal dari kata yang berarti cahaya yang terang atau aura kebaikan yang tampak. Diakhirat nanti umat Rasulullah akan tampak bercahaya karena bekas wudhu nya (jejak perilaku bukan jejak airnya).
- Wudhu menggabungkan kebersihan fisik, pikiran, dan rohani. Jika wudhunya benar, sikap dan perilakunya akan baik. Kebaikan akan membawa pada kenikmatan, ini yang memotivasi banyak orang shalih ingin selalu mempertahankan wudhunya. Menjaga wudhu (yang benar) mencegah seseorang dari maksiat, akan muncul rasa malunya jika ucapannya, pikirannya, dan perbuatannya tidak membawa kebaikan.
- Didalam wudhu ada proses bertaubat, sehingga setelah berwudhu, doa nya adalah doa taubat. Bersamaan dengan jatuhnya air wudhu dari bagana-bagian yang disucikan, jatuh juga dosa-dosa yang diperbuat dengan bagian tersebut.
Cara berWudhu
- Menggunakan air yang suci dan murni (warna, bau, rasa): air hujan, mata air, air sungai yang mengalir, sumur, laut, salju dan es yang mencair
- Air yang terkena panas matahari makruh untuk digunakan untuk berwudhu.
- Air murni yang bercampur dengan zat lain (detergen, kopi, dll) tidak bisa digunakan untuk berwudhu. Air yang sudah bercampur dengan najis tidak bisa digunakan untuk berwudhu. Kecuali beberapa kotoran (misal cicak) yang jatuh kedalam air dengan volume yang banyak (lebih dari 2 Kuliah: 270 L) dimana tidak terlalu merubah kondisi air. Air yang pernah digunakan untuk bersuci tidak bisa digunakan untuk bersuci lagi.
- Jika air yang suci tidak tersedia, atau hanya mencukupi untuk air minum atau cebok, atau berada didalam kondisi yang tidak bisa menggunakan air (sakit, terlalu dingin) boleh bertayamum dengan debi yang suci dan bersih.
- Wudhu diawali dengan niat dan basmallah
- Pokok dari wudhu dimulai dari membasuh wajah, membasuh tangan sampai ke siku, mengusap kepala, kemudian membasuh kaki sampai kedua mata kakinya. Dilakukan maksimal tiga kali untuk memastikan tidak ada area yang terlewat. Ada tiga kali kesempatan untuk menyempurnakan, memastikan semua area terkena air wudhu. Jika satu atau dua kali sudah dirasa sempurna tidak usah tiga kali sehingga lebih menghemat air. Jangan sampai wudhu boros air.
- Batasan membasuh wajah: menampung air dengan telapak tangan membasuh kening sampai dagu. Saat membasuh, telunjuk membersihkan sela-sela mata, jempol membersihnya bagian wajah dibawah telinga.
- Membasuh tangan: menampung air dengan telapak tangan, meratakan air dari telapak tangan sampai ke siku, kemudian dibasuhkan kembali ke telapak tangan.
- Mengusap kepala: Air diambil, ditumpahkan dulu, lalu sisa air yang menempel di telapak tangan diusapkan.
- Membasuh kaki: menampung air dengan telapak tangan, ditumpahkan langsung ke kaki, diratakan ke sela-sela jari, lalu ratakan ke seluruh bagian sampai ke mata kaki.
- Sunnah-sunnah berwudhu: diawali dengan membersihkan sela-sela jari (khususnya sela kuku jempol), berkumur, menghirupkan air melalui hidung, dan mengusap telinga sebelum membasuh kaki, diakhiri dengan doa.
- Berbicara tidak membatalkan wudhu, tapi menghilangkan kesempatan untuk diampuni dosanya antara selama berwudhu sampai seseorang shalat.
Hikmah Wudhu
- Ada tiga unsur dalam berwudhu: (1) Unsur Nadhofah (penyucian lahir): terbasuh dengan sempurna bagian-bagian yang perlu di basuh; (2) Unsur taharah: penyucian jiwa melalui fungsi bagian-bagian yang disucikan, fungsi-fungsinya terbersihkan dari dosa yang muncul dari fungsi tersebut sehingga orang yang berhasil wudhunya, pasca wudhu tidak adalagi lisan bicara yang jelek, telinga mendengar yang buruk, dll; (3) Unsur Taubat (dikonfirmasi melalui doa setelah wudhu): semakin baik perilakunya, dipalingkan dari hal-hal yang buruk.
-------------------------------------------
Tata Cara Tayamum
1. Menempelkan kedua telapak tangan ke dinding atau area yang dirasa suci
2. Sapukan kedua telapak tangan ke wajah secara merada dari ujung rambut (dahi) sampai ke dagu
3. Menempelkan lagi kedua telapak tangan ke area yang belum tersentuh sebelumnya
4. Menyapukan tangan kanan hingga pergelangannya dengan tangan kiri, dan menyapu tangan kiri dengan tangan kanan